Nelangsa, Fiersa Besari

GARIS WAKTU
Sebuah Perjalanan Menghapus Luka


Kumainkan rekaman perihal kita, lagi dan lagi, di kepala yang hampir pecah. Kau ingat saat kita saling tersenyum lalu berkenalan? Kau ingat saat kita duduk di tepian senja? Kau ingat saat kita saling menggenggam tangan seakan tidak mau melepaskan? Kau ingat saat kita saling mengkhawatirkan? Kau ingat saat kita dipisahkan oleh jarak? Kau ingat saat kita mencoba bertahan, meski tiada tau kapan lagi kita bisa menatap? Kau ingat saat kita saling mengingatkan untuk mengingat satu sama lain? Kau ingat saat kita menjadi jarang berbincang? Kau ingat saat kita semakin menghilang?


Pernahkan ingatan menusuk hatimu bertubi- tubi? Pernahkah rasa bersalah mengejek dan menertawakanmu? Mati-matian kau tutup telinga, namun suara-suara itu malah semakin kuat berteriak. Aku pernah, bahkan sering, setiap hari setelah kejadian itu. Bagaimana jika kesalahanmu bermula karena kesalahanku? Ketika tangan tak diciptakan berpasangan, ketika kita dihadapkan pada pahitnya pilihan, adakah rasa yang diciptakan untuk menjadi dosa? Bukankah sudah kuselipkan namamu dalam doa?


Komentar