Sawang Sinawang
"Urip iku sawang sinawang,mula aja mung nyawang sing kesawang"
Sebagaimana kita memaknai kehidupan,
seperti itulah kita menjalaninya. Kali ini aku bakalan bahas tentang sebuah
filosofi Jawa. Dalam filosofi Jawa ada sebuah ungkapan yaitu “Sejatine urip
kuwi mung sawang sinawang” yang artinya kurang lebih “Hakekat hidup itu
hanyalah persoalan bagaimana seseorang memandang/melihat sebuah
kehidupan".
Begitu sederhana, namun memiliki
kedalaman makna, itulah filosofi Jawa. Persoalan “melihat orang lain” dan
“dilihat orang lain” ternyata amat sering kita jumpai bahkan kita alami
sendiri. Bahwa terkadang dalam kehidupan ini, “bayangan dari kenyataan”
merupakan sesuatu yang bisa/ingin diterima pikiran kita, sementara kenyataan
yang didapat kadang sama sekali berbeda atau bahkan tak pernah kita tahu.
Tahu kenapa hidup kita mulai tidak
enak? Karena kita mulai memandingkan hidup kita dengan hidup orang lain
Membandingkan apa yang mereka punya,
sementara kita tidak. Terselip rasa iri akan jalan mereka yang lurus, sedang
jalan kita berputar-putar penuh liku. Menginginkan perjuangan mereka yang
begitu mudah, sedang perjuangan kita begitu sulit hingga seringkali diri merasa
payah. Yahh…Membandingkan adalah aktivitas tanpa akhir. Tersebab itulah kita
lupa tentang hakikat syukur
Maka dari itu, bersyukur itu perlu.... karena dalam hidup yang bahagia, bersyukur adalah kunci yag paling
utama, orang orang yang pandai bersyukur ialah orang yang paling bahagia,
bersyukur mampu menghilangkan beban dalam hidup sehingga menjadikan diri kita
lebih tenang dan mampu membuat hidup kita menjadi lebih bahagia . seolah olah
hidup kita tanpa mempunyai beban , karena dengan bersyukur hidup kita menjadi
terasa nikmat dan mampu menghilangkan pikiran-pikiran buruk yang terbayang pada
diri kita.
Bahagia bukan milik dia yg hebat
dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dlm hidupnya dan
tetap bersyukur.

Komentar
Posting Komentar